KEMISKINAN
DAN KESENJANGAN
Pengertian
Kemiskinan
Kemiskinan
adalah situasi dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti sandang, pangan, papan, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan.
Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang
diangggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu
negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis
kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan lebih tinggi di negara maju daripada
di negara berkembang.
Faktor kemiskinan
A.
Kebodohan (Ignorance)
Bodoh disini bukan bermakna secara
harfiah dimana, tapi lebih kepada tidak adanya akses kepada pendidikan yang
mereka butuhkan untuk kehidupan mereka. Misalnya, para nelayan mungkin tidak
begitu memerlukan pelajaran fisika; tetapi pengetahuan akan varian hasil laut
bisa mendukung mereka dalam mengoptimalkan pekerjaan. Pelangi Viridis yang
berlokasi di Banten memahami hal ini, dan memposisikan diri sebagai jembatan
bagi kebutuhan nelayan dalam meningkatkan pengetahuan mereka akan kelautan.
B.
Penyakit
Daerah yang belum mengenal
pengobatan modern, orang miskin sering terjebak pada mitos-mitos tentang
penyakit yang akhirnya menyebabkan kematian. Mereka yang belum mengenal
aktivitas menjaga kesehatan juga biasanya memiliki produktivitas yang rendah.
Keterbatasan kondisi tubuh mereka membuat mereka tidak mampu bekerja secara
maksimal sehingga kurang sejahtera.
C.
Ketidakacuhan
Banyaknya permasalahan hidup yang
berlatar belakang finansial kadang membuat orang miskin kurang memiliki
optimisme. Bagaimana mereka bisa optimis kalau tidak mengetahui bahwa
sebenarnya ada lho, solusi untuk keluar dari kemiskinan. Alhasil, dengan
‘ketidakpedulian’ mereka pada diri sendiri dan keluarga, mereka ‘memilih’ untuk
menyerah.
D.
Ketidakjujuran
Secara garis besar, hal inilah
yang menjadi penyebab utama kemiskinan di Indonesia sulit untuk dihilangkan.
Selama pejabat pemerintahan – dari tingkat yang terendah hingga tingkat pusat –
hanya berpikir untuk memperkaya dirinya sendiri, maka akan selalu ada orang
miskin. Yang menyedihkan, penyebab kemiskinan satu ini tidak hanya
menitikberatkan pada nominal angka yang dikorupsi. Sementara seorang pejabat
mungkin mencuri 100 juta rupiah dari anggaran pendidikan, sebenarnya ia sedang
mengambil 400 juta rupiah, atau lebih banyak lagi.
E.
Ketergantungan
Salah satu hal terpenting yang
harus kita tahu: fakta di lapangan menyebutkan bahwa santunan belum tentu
sepenuhnya menyelesaikan masalah kemiskinan. Karena ketika orang miskin ‘terbiasa’
diberi donasi, akan sulit bagi mereka mandiri.
F. Animesme
Mempercayai hal yang bisa
memberikan kehidupan kepada seseorang dalam pemikiran
manusia, hal ini sangat berpengaruh dikarnakan pola pikir manusia tidak
akan berkembang dalam mengembangkan suatu paradikme untuk membangun
perekonomian, contoh : pohon di sembah karna memberikan kehidupan sebagai
tempat berteduh berlindung, air yang memberikan kehidupan untuk minum. Hal ini
membuat keterlambatan suatu paradikme manusia dalam mengembangkan suatu
perekonomian.
Pemerintah Indinesia Menggunakan Indikator kemiskinan absolut
Dalam mengukur
tingkat kemiskinan di Indonesia, pemerintah Indonesia menggunakan indikator kemiskinan absolut. Menurut saya, pemerintah
menggunakan indikator kemiskinan absolut itu karena tingginya tingkat konsumsi
masyarakat. Karena kemiskinan absolut merupakan situasi penduduk yang sebagian penduduknya
hanya dapat memenuhi sandang, pangan, papan yang sangat diperlukan untuk
mempertahankan tingkat kehidupan. Dengan alat ukur inilah, pemerintah Indonesia
akan lebih mudah untuk mengukur tingkat
kemiskinan mulai dari jumlah pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan oleh
masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari mereka.
Pentingnya Penduduk Bagi Perkembangan Ekonomi
Penduduk
merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan tempat tertentu.
Penduduk menjadi salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Karena
penduduk adalah pelaku utama dalam setiap transaksi ekonomi yang terjadi pada
suatu negara. Jika dalam suatu negara tersebut memiliki penduduk yang kopratif
dalam bidang perekonomian, hal ini dapat menjadi tolak ukur perekonomian dalam
sebuah negara tersebut. Penduduk juga
berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan berperan sebagai tenaga kerja.
Lapangan pekerjaan yang diciptakan berperan untuk mengurangi tingkat
pengangguran pada suatu negara. Semakin tinggi lapangan pekerjaan yang
diciptakan, maka semakin berkurang tingkat penggangguran suatu negara.
Daftar Pustaka :
https://gandengtangan.org/blog/4-kemiskinan-solusinya/.12-04-2017.10.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar