Senin, 17 April 2017

Tugas 3 Perekonomian Indonesia



KEMISKINAN DAN KESENJANGAN
Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan adalah situasi dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang diangggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang.
Faktor kemiskinan
A.        Kebodohan (Ignorance)
Bodoh disini bukan bermakna secara harfiah dimana, tapi lebih kepada tidak adanya akses kepada pendidikan yang mereka butuhkan untuk kehidupan mereka. Misalnya, para nelayan mungkin tidak begitu memerlukan pelajaran fisika; tetapi pengetahuan akan varian hasil laut bisa mendukung mereka dalam mengoptimalkan pekerjaan. Pelangi Viridis yang berlokasi di Banten memahami hal ini, dan memposisikan diri sebagai jembatan bagi kebutuhan nelayan dalam meningkatkan pengetahuan mereka akan kelautan.
B.        Penyakit
Daerah yang belum mengenal pengobatan modern, orang miskin sering terjebak pada mitos-mitos tentang penyakit yang akhirnya menyebabkan kematian. Mereka yang belum mengenal aktivitas menjaga kesehatan juga biasanya memiliki produktivitas yang rendah. Keterbatasan kondisi tubuh mereka membuat mereka tidak mampu bekerja secara maksimal sehingga kurang sejahtera.
C.        Ketidakacuhan
Banyaknya permasalahan hidup yang berlatar belakang finansial kadang membuat orang miskin kurang memiliki optimisme. Bagaimana mereka bisa optimis kalau tidak mengetahui bahwa sebenarnya ada lho, solusi untuk keluar dari kemiskinan. Alhasil, dengan ‘ketidakpedulian’ mereka pada diri sendiri dan keluarga, mereka ‘memilih’ untuk menyerah.
D.        Ketidakjujuran
Secara garis besar, hal inilah yang menjadi penyebab utama kemiskinan di Indonesia sulit untuk dihilangkan. Selama pejabat pemerintahan – dari tingkat yang terendah hingga tingkat pusat – hanya berpikir untuk memperkaya dirinya sendiri, maka akan selalu ada orang miskin. Yang menyedihkan, penyebab kemiskinan satu ini tidak hanya menitikberatkan pada nominal angka yang dikorupsi. Sementara seorang pejabat mungkin mencuri 100 juta rupiah dari anggaran pendidikan, sebenarnya ia sedang mengambil 400 juta rupiah, atau lebih banyak lagi.
E.         Ketergantungan
Salah satu hal terpenting yang harus kita tahu: fakta di lapangan menyebutkan bahwa santunan belum tentu sepenuhnya menyelesaikan masalah kemiskinan. Karena ketika orang miskin ‘terbiasa’ diberi donasi, akan sulit bagi mereka mandiri.



F.    Animesme
 Mempercayai hal yang bisa memberikan kehidupan kepada seseorang dalam pemikiran
manusia, hal ini sangat berpengaruh dikarnakan pola pikir manusia tidak akan berkembang dalam mengembangkan suatu paradikme untuk membangun perekonomian, contoh : pohon di sembah karna memberikan kehidupan sebagai tempat berteduh berlindung, air yang memberikan kehidupan untuk minum. Hal ini membuat keterlambatan suatu paradikme manusia dalam mengembangkan suatu perekonomian.

Pemerintah Indinesia Menggunakan Indikator kemiskinan absolut
Dalam mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia, pemerintah Indonesia menggunakan  indikator kemiskinan absolut. Menurut saya, pemerintah menggunakan indikator kemiskinan absolut itu karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Karena kemiskinan absolut merupakan situasi penduduk yang sebagian penduduknya hanya dapat memenuhi sandang, pangan, papan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan. Dengan alat ukur inilah, pemerintah Indonesia akan  lebih mudah untuk mengukur tingkat kemiskinan mulai dari jumlah pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari mereka. 

Pentingnya Penduduk Bagi Perkembangan Ekonomi
Penduduk merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan tempat tertentu. Penduduk menjadi salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Karena penduduk adalah pelaku utama dalam setiap transaksi ekonomi yang terjadi pada suatu negara. Jika dalam suatu negara tersebut memiliki penduduk yang kopratif dalam bidang perekonomian, hal ini dapat menjadi tolak ukur perekonomian dalam sebuah negara tersebut.  Penduduk juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan berperan sebagai tenaga kerja. Lapangan pekerjaan yang diciptakan berperan untuk mengurangi tingkat pengangguran pada suatu negara. Semakin tinggi lapangan pekerjaan yang diciptakan, maka semakin berkurang tingkat penggangguran suatu negara.

Daftar Pustaka :
https://gandengtangan.org/blog/4-kemiskinan-solusinya/.12-04-2017.10.30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar